Komsumsi kalsium yang rendah sudah lama berhubungan dengan osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitekter jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang serta risiko terjadinya patah tulang.(WHO,1994)

Kalsium merupakan mineral yang paling banyak dalam tubuh. Seluruh proses penting tubuh menggunakan kalsium. Status kalsium dilihat dengan pemeriksaan kadar kalsium dalam darah dinilai dengan densitometri  karena kalsium digambarkan dalam rasio yang tetap (39% dari total massa mineral tulang) (Connie,2001). Asupan kalsium berperan penting untuk mempertahankan keseimbangan kalsium secara positif sehingga cadangan kalsium tulang tidak diambil untuk menjaga keseimbangan kalsium darah.

Asupan kalsium tidak boleh melebihi 2500 mg/hari  karena usus hanya mampu menyerap 500-600 mg kalsium sehingga pemberian harus dibagi dengan jarak 5-6 jam (Suyecz JA,2008). . Pada tubuh manusia dewasa terdapat sekitar 1100 gram kalsium. Kebutuhan kalsium orang dewasa 1000 – 1300 mg/hari.(Barbara.A.Bowman,2001)

Hormon yang berperan penting dalam mengatur konsentrasi kalsium yaitu: Paratiroid (HPT) bekerja pada tulang, Kalsitonin bekerja pada ginjal dan 1,25-Dihidroksikole-kalsiferol bekerja pada saluran cerna untuk keseimbangan kalsium (Sherwood,2001). Metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang meliputi  dua proses penting yaitu: pembentukan tulang oleh sel osteoblas dan penyerapan tulang oleh sel osteoklas (Murray,2009).

Pertumbuhan tulang merupakan perubahan bentuk tulang dan penambahan ukuran. Selama hidup tulang secara terus menerus mengalami penyerapan dan pembentukan tulang baru. Kepadatan tulang dipengaruhi oleh faktor yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapatdi ubah yaitu antara lain genetik (ras, keturunan dan hormon), usia dan jenis kelamin. Sedangkan faktor yang dapat diubah antara lain yaitu: asupan zat gizi, dan aktivitas fisik (Willam,2010).

Apabila tidak melakukan upaya pemeliharaan kepadatan tulang maka penyakit osteoporosis akan cepat terjadi (McArdle,2010), adanya cadangan tulang pada usia pertengahan dapat mempelambat munculnya manifestasi klinis osteoporosis pada usia lanjut (Sherwood,2001). Nilai kepadatan tulang yang normal < 1.0 SD dibawah rata-rata, osteopenia 1.0 -2.5 SD dibawah rata-rata, osteoporosis > 2.5 SD dibawah rata-rata, severe osteoporosis  > 2.5 SD dibawah rata-rata ditambah satu atau lebih patah tulang

Hasil pengukuran kepadatan tulang adalah:

1.      T-score

T-score hasil pengukuran kepadatan tulang dibandingakn dengan niali rata-rata kepadatan tulang sehat pada umur 30 tahun. Nilai kepadatan mineral tulang sebagai standar deviasi dari mean kelompok  yang direferensikan.

a.       Nilai positif  (+) mengindikasikan bahwa tulang menpunyai kepadatan yang lebih tinggi di bandingkan dengan rata-rata kepadatan tulang sehat.

b.      Nilai negatif  (-) mengindikasikan bahwa tulang menpunyai kepadatan yang lebih kecil di bandingkan dengan rata-rata kepadatan tulang sehat.

2.      Z-score

Nilai kepadatan tulang diperoleh dari hasil kelompok orang yang mempunyai jenis kelamin, umur dan ras yang sama. Nilai diberikan dalam standar deviasi (SD) dari nilai rata-rata kelompoknya.

a.       Nilai positif (+) mengindikasikan bahwa tulang mempunyai kepadatan tulang yang lebih tinggi di bandingkan kepadatan tulang yang lain dalam kelompoknya.

b.      Nilai negatif (-) mengindikasikan bahwa tulang mempunyai kepadatan tulang yang lebih kecil di bandingkan kepadatan tulang yang lain dalam kelompoknya.

Sumber :

Barabara A. Bowman. Robert M. Russell. (2001). Present Knowledge In Nutrition. USA

Connie M. Welch, Jo M. Weaver, (2005). Calcium and Exercise Affect the Growing Skeleton. Nutrition Reviews 63.11 : 361-73.

Lauralee Sherwood. (2011). FisiologiManusiaed 6. Jakarta :EGC

Murray Robert,K. (2009). Biokimia Harper ed 27. Jakarta : EGC.

Suyecz JA.(2008). The Use of Calciun and Vitamin D in the Management of Osteoporosis.TherClin Risk Manag 4:827-836

William SW,Schlenker ED.(2003) Essential of Nutrition and Diet Therapy. Missiouri:Mosby.h 176-181




copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved