Salah satu penyebab anemia adalah kekurangan zat besi. Sehingga kondisi defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang utama. Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang ditemukan pada 2 miliar orang di seluruh dunia. Hal ini tidak dapat dibiarkan, sebab anemia dapat menimbulkan masalah serius dalam kesehatan. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental pada anak dan dapat menimbulkan kelainan medis yang lain.

Kondisi anemia defisiensi bes ibiasanya diawali dengan gejala mudah lelah dan kehilangan tenaga, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Kemudian dalam jangka panjang dapat menunjukkan gejala yang lebih berat seperti napas pendek, kulit pucat dan sulit tidur.

Zat besi merupakan salah satu komponen yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Sel darah merah diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk dapat mambawa oksigen ke seluruh jaringan. Zat besi  didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Ternyata, terdapat beberapa hal yang dapat menghambat maupun memperkuat penyerapan zat besi.

Asam askorbat, daging, ikan, dan produk  unggas dikatakan dapat memperkuat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sebaliknya, sayuran, teh, kopi dan kalsium dikatakan dapat menghambat penyerapan zat besi. Dampak adanya hambatan penyerapan zat besi ini terutama terlihat pada mereka yang mengkonsumsi sumber zat besi dalam jumlah terbatas.

Setiap satu mililiter sel darah merah mengandung setidaknya 1 mg zat besi. Setiap harinya, 20 mg zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel darah merah. Menurut West dan Oates, dalam jurnal yang berjudul ā€¯Mechanisms of heme iron absorption: Current questions and controversiesā€¯ , teh memiliki kandungan zat yang dinamakan tannin yang dapat mengikat zat besi sehingga sulit untuk diserap oleh tubuh.Sebaliknya dalam jurnal yang sama dikatakan asam askorbat atau vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi di dalam tubuh ikutilah tips berikut.

  •   Ibu hamil dan menyusui sebisa mungkin menghindari asupan teh. Zat tannin di dalam teh dapat disalurkan ke dalam ASI sehingga menghambat penyerapan zat besi pada anak.

  • Perbanyak konsumsi daging, ikan, dan produk unggas seperti telur, daging ayam, dan daging unggas lain

  • Tidak mengkonsumsi teh di saat yang bersamaan dengan makan atau mengkonsumsi teh berdekatan dengan waktu makan

  • Apabila dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi harian dapat diberikan suplementasi zat besi
    Apabila mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber :

    http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3685880/

copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved