Anggota Indonesia Hydration Working Group (IHWG) dan pakar fisiologi olahraga Departemen Fisiologi FKUI Dr dr Ermita I Ilyas MS AIFO mengatakan, overhidrasi terjadi saat seseorang minum berlebihan dalam waktu singkat sehingga mengalami kelebihan cairan yang berakibat konsentrasi natrium dalam plasma darah menjadi sangat rendah.

Keadaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Namun, penyebab utamanya adalah minum berlebihan dalam jangka waktu beberapa jam, misalnya dalam waktu 10-15 menit sebanyak 1 liter air atau minuman lainnya. Juga dapat diakibatkan oleh adanya gangguan pengeluaran.

Menurut dr Ermita, gejala overhidrasi antara lain ketika seseorang merasa mual, perut terasa penuh/begah, lalu merasa sakit kepala, pusing, kaki dan tangan mengalami pembengkakan, terjadi gangguan kesadaran, tidak sadar lingkungan sekitarnya, dan akhirnya tidak sadarkan diri, dan koma.

Jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat akan berujung pada kematian. Pada pemeriksaan darah ditemukan kadar natrium darah (Na+) --istilah ini diberikan untuk menyatakan kondisi overhidrasi-- antara lain exercise associated hyponatremia (EAH), water intoxication, water poison atau hyponatremia.

\"Untuk memastikan apakah seseorang mengalami overhidrasi sebaiknya dilakukan pemeriksaan kadar natrium plasma darah. Hal ini berbeda dengan orang yang diduga mengalami dehidrasi, dimana pemeriksaan dilakukan melalui warna urin. Pada penderita dehidrasi bila masih dapat buang air kecil, akan terlihat urin yang pekat dan berwarna,\" ungkap dr Ermita.

Dr Ermita menambahkan, perempuan lebih rentan mengalami overhidrasi dibandingkan laki-laki. Ini disebabkan perempuan umumnya memiliki ukuran tubuh lebih kecil, sehingga pengeluaran panas dan cairan tubuh melalui penguapan dan melalui keringat lebih sedikit. Akibatnya, lebih banyak cairan tertahan di dalam tubuh.

Selain itu, adanya faktor perubahan hormonal seperti saat mens, tubuh perempuan mempunyai kecenderungan menahan air (retensi air). Untuk mengatasi overhidrasi ringan, sebaiknya batasi asupan minum dan dapat mengonsumsi makanan ringan yang asin. Sedangkan untuk mengatasi overhidrasi sedang dan berat, segera hentikan asupan cairan dan segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

\"Sedangkan pencegahan overhidrasi dapat dilakukan dengan mengatur asupan cairan secukupnya, sesuai acuan yang ada bergantung pada cuaca, suhu dan kelembaban serta ukuran tubuh. Upayakan minum secara bertahap tidak minum berlebihan atau sekaligus dalam waktu singkat,” ujar dr Ermita.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Ratna Sitompul SpM (K) mengatakan, pengenalan overhidrasi sangat penting untuk diketahui terutama bagi yang menyukai olahraga berat seperti para atlet atau yang berolahraga dalam jangka waktu lebih lama.

Akhir-akhir ini perlombaan lari jarak jauh termasuk maraton marak dilakukan di seluruh Tanah Air. \"Biasanya para peserta perlombaan minum sebanyak-banyaknya untuk menghindari terjadinya dehidrasi,\" ucap dia.


Sumber : http://www.beritasatu.com/kesehatan/276790-mengenali-dan-memahami-masalah-overhidrasi.html



copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved