Gangguan tidur ternyata tak hanya sering dialami oleh orang dewasa saja. Anak-anak juga bisa mengalami gangguan tidur yang sering diistilahkan dengan sleepwalking.

Sleepwalking merupakan istilah untuk menyebutkan gangguan psikologis yang menyebabkan anak bisa berjalan dalam keadaan tidur. Meskipun perilaku ini sedikit aneh, sebaiknya orang tua tidak perlu cemas. Penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa siklus tidur normal anak biasanya berlangsung 90 -100 menit untuk mencapai tahap REM (Rapid Eye Movement).

Biasanya, anak yang sering mengalami sleepwalking cenderung beraksi pada saat satu sampai dua jam setelah ia tertidur. Kecenderungan yang dialami adalah berjalan, baik dengan mata tertutup maupun terbuka. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa detik sampai 30 menit.

Situs organisasi kesehatan, KidsHealth, menyebutkan bahwa faktor penyebabsleepwalking adalah akibat kurang tidur, jadwal tidur teratur, sedang sakit, pengaruh obat, memiliki masalah emosional dan psikologis yang tidak seimbang.

Perilaku sleepwalking juga perlu Anda ketahui agar Anda mengerti bagaimana memperlakukan anak Anda dengan baik. Perhatikan sikapnya yang sering mengigau (berbicara sendiri), sulit sadar, linglung, tidak merespon ketika diajak bicara. Gerakan yang paling sering dilakukan adalah duduk dan mondar-mandir dalam ruangan, serta menyibukkan diri berbicara dengan baju tidur mereka.


Sumber : http://demo.analisadaily.com/health/news/sleepwalking-pada-anak-kenali-gejala-dan-pencegahannya/1403...


copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved