Sulit berhenti merokok bukan hanya karena keinginan. Penelitian di Amerika Serikat menyatakan perokok yang sukses berhenti dipengaruhi komunikasi yang baik antara dua daerah otak yang memainkan peran penting dalam mengendalikan dorongan untuk berhenti.

Adanya hubungan kuat antara insula, yaitu dorongan dan keinginan, dengan korteks somatosensori, yaitu sensor menangani sentuhan atau kontrol otak.

\"Insula mengatur seseorang untuk menyadari sensasi fisik, seperti sakit, jijik, keinginan dan emosi,\" kata penulis utama penelitian sekaligus seorang peneliti psikiatri dan ilmu perilaku di Duke University di Durham, North Carolina, Merideth Addicott.

\"Somatosensori korteks penting untuk gerakan atau kontrol atas perilaku seseorang. Masuk akal jika Somatosensori korteks terlibat dalam berhenti merokok,\" kata Addicott, seperti dilaporkan Reuters.

Pada awal penelitian, peserta biasanya merokok rata-rata 19 batang perhari. Mereka telah merokok selama 19 tahun. Rata-rata usia mereka adalah 38 tahun. Setengahnya adalah perempuan. Mereka mendapatkan pengurangan nikotin untuk membantu mereka berhenti, menerima sedikit nasihat atau dukungan untuk berhenti.

Selama masa penelitian, sekitar setengah dari perokok berhasil berhenti. Sisanya, mereka kembali merokok setiap hari selama satu minggu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana hubungan antara dua daerah otak rsebut bekerja.


Sumber : http://demo.analisadaily.com/health/news/sukses-berhenti-merokok-tanda-memiliki-program-otak/135522/...



copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved