Sebagian orang mungkin masih beranggapan bahwa berlari sekadar olahraga biasa. Menggerakkan kaki dan menuju tempat akhir yang ditentukan. Persepsi itu sebenarnya bisa diubah jika Anda bisa memandangnya dari sisi psikologi.

Menurut Tom Holland, MS, ahli fisiologi, lari itu 95%-nya adalah permainan mental. Ketika Anda sudah menentukan tujuan dan gol yang ingin diraih, maka tergantung Anda sendiri, mau menyelesaikan apa yang sudah dimulai atau menyerah.

“Dengan jarak yang semakin jauh, kekuatan pikiran menjadi kunci yang akan membawa kita berlari,” kata Agus Kusmuljadi, IT Marketing asal Indonesia yang bekerja di Singapura. Menurutnya, selain latihan, kekuatan pikiran sebenarnya juga menjadi energi bagi kita untuk mencapai garis finish.

Berlari untuk melatih mental juga diyakini oleh Maylaffayza, pemain biola. Menurutnya, berlari bermanfaat untuk mengasah mental dan kedewasaannya. “Jika saya bisa mengubah apa yang saya takut dan benci menjadi sesuatu yang yang saya suka dan cintai, berarti saya bisa menjadi apapun di dunia ini yang saya cita-citakan,” katanya.   

Jadi, jika Anda memutuskan untuk menekuni olahraga lari sekarang juga, Anda harus berani sampai garis finish

copyright 2015 . Sport Science Kemenpora . All Right Reserved